Publikasi
Berita
Survei yang dilakukan Asatu Research & Insights pada Juli 2024 mengungkap korelasi kuat antara perjudian daring dan penggunaan pinjaman daring di wilayah perkotaan. Analis Asatu Research Okza Hendrian Wijaya menjelaskan bahwa 18 persen responden melaporkan memiliki anggota keluarga dekat yang menggunakan pinjaman daring, sementara 17 persen mengetahui anggota keluarga […]
Transisi energi di Asia Tenggara menghadapi berbagai tantangan yang harus ditangani secara kolektif. Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam mewujudkan kawasan yang didukung oleh energi bersih dan terbarukan. “Kita harus berkolaborasi dan bersatu untuk membangun […]
Laporan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandar Lampung, pendapat tentang Eva Dwiana sebagai tokoh masyarakat, dan isu-isu strategis utama di kota tersebut. Data dikumpulkan melalui survei tatap muka menggunakan multi-stage random sampling, yang dilakukan oleh staf lapangan terlatih. Survei melibatkan 400 responden, yang semuanya adalah pemilih yang memenuhi syarat […]
Studi ini meneliti bagaimana masyarakat perkotaan di Jawa memandang produk ramah lingkungan dan tantangan lingkungan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui survei tatap muka menggunakan pengambilan sampel acak multitahap, yang dilakukan oleh petugas lapangan terlatih. Survei melibatkan 300 responden—150 dari Jakarta, yang mewakili lingkungan perkotaan kelas menengah ke atas, dan 150 dari Kediri dan Solo, yang mewakili kota-kota berukuran sedang […]
Artikel
From the lens of Performativity Theory, Sadewa’s strategy demonstrates how narrative can shape reality. His bold rejection of the IMF’s pessimistic projection, his symbolic acts, such as phoning the tax hotline himself and firing corrupt officials, constructed a narrative of control and credibility. Whether or not his claims reflected objective truth, they directed economic actors to behave as if recovery was inevitable. In that sense, Sadewa’s performance was not merely political rhetoric, but an active process of truth-formation in Indonesia’s economic stage.
